Saat warga Lumajang mengeluh sulit mendapatkan tabung biru, Polres Lumajang justru menemukan bahwa akar masalah tidak selalu berada di tingkat agen atau pangkalan. Pengecekan serentak yang melibatkan Polsek Pasirian, Kunir, Pronojiwo, Lumajang Kota, dan Senduro menunjukkan bahwa SPBE di Madurejo memiliki pasokan rutin 50 ton per hari dari Pertamina, namun distribusi ke wilayah tertentu tidak berjalan mulus. Di Lumajang Kota, pengiriman berkurang 20 persen dari kondisi normal karena tersendat sejak tiga minggu sebelum Lebaran.
Hasil pengecekan di lapangan mengungkap berbagai kendala teknis yang bervariasi per wilayah. Polsek Pronojiwo mendapati pangkalan dengan 196 tabung kosong dan hanya 8 tabung berisi, meskipun distribusi harian mencapai 90 hingga 110 tabung. Di Kunir, kendala kuota pengiriman diperparah dengan tidak adanya pasokan saat tanggal merah, sementara di Senduro stok agen benar-benar habis karena pembeli dari luar daerah turut menguras persediaan. SPBE Jogotrunan sebenarnya memiliki stok 50 metrik ton, tetapi antrean pengisian di agen menjadi batu sandungan utama.
Ipda Suprapto mewakili Kapolres AKBP Alex Sandy Siregar menegaskan bahwa kehadiran Polri ini untuk menjamin stabilitas kebutuhan pokok masyarakat. Pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Pertamina dan distributor untuk mengurai kemacetan distribusi dari hulu ke hilir. Masyarakat diminta tidak panik dan melaporkan jika menemukan indikasi penimbunan, karena polisi sudah siap bertindak tegas demi mengembalikan hak warga atas LPG subsidi.(Avs)

Posting Komentar