Kamisan pagi di Desa Plosoharjo, Kecamatan Pace, Nganjuk, terlihat pemandangan tak biasa. Bripka Puguh Puji Santoso, Bhabinkamtibmas setempat, tidak sedang berdiri di pos ronda atau memeriksa KTP warga. Ia justru bercelana cingkrang berdiri di pinggir sawah milik warga binaannya, memantau tanaman padi, sesekali mencatat sesuatu di buku kecil. Ini bukan kunjungan seremonial, melainkan bagian dari asistensi pertanian untuk mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional yang digalakkan pemerintah. Polres Nganjuk melalui Polsek Pace mengerahkan personelnya menjadi penggerak produktivitas lahan.
AKBP Suria Miftah Irawan, Kapolres Nganjuk, menegaskan bahwa peran polisi saat ini tidak bisa hanya berpatroli dan bertindak represif. "Kami hadir di sawah karena ketahanan pangan adalah bagian dari keamanan nasional. Jika rakyat kelaparan, kamtibmas akan terganggu," ujarnya. Bripka Puguh tidak hanya memantau, ia juga berdialog dengan petani untuk menggali kendala, mulai dari hama, irigasi, hingga akses pupuk. Hasil dialog ini dilaporkan ke Polsek Pace untuk ditindaklanjuti bersama dinas terkait, menjadikan Bhabinkamtibmas sebagai jembatan antara warga dan pemerintah.
Kapolsek Pace AKP Pujo Santoso menambahkan bahwa seluruh Bhabinkamtibmas di wilayahnya diarahkan untuk menjadi penggerak sektor riil. "Tidak cukup hanya menjaga ketertiban. Mereka harus mendampingi, memotivasi, bahkan membantu mencari solusi atas masalah yang dihadapi petani," jelasnya. Bripka Puguh sendiri mengaku senang bisa berkontribusi di luar tugas kepolisian konvensional. "Saya lihat sendiri bagaimana petani bekerja keras. Dengan pendampingan kecil, mereka lebih semangat mengelola lahan. Hasil panen yang baik artinya perut kenyang, dan itu mencegah tindak kejahatan karena ekonomi," ungkapnya.
Penutup dari aksi turun ke sawah ini adalah tentang perluasan makna pengabdian. Polres Nganjuk membuktikan bahwa seragam cokelat tidak hanya cocok di jalan raya atau kantor polisi, tapi juga di tengah hamparan padi yang menghijau. Dengan Bhabinkamtibmas yang menjadi motivator pertanian, ketahanan pangan nasional tidak lagi sekadar slogan di Jakarta, tapi gerakan nyata di level desa. Masyarakat Pace kini punya polisi yang tidak hanya menegakkan hukum, tapi juga ikut memastikan dapur mereka tetap ngebul. (Avs)

Posting Komentar