Setelah malam dan pagi hari raya dilalui dengan penuh kekhidmatan, Kepolisian Negara Republik Indonesia kini memfokuskan perhatian pada gelombang pergerakan masyarakat yang mulai kembali ke kota perantauan. Kasatgas Humas Operasi Ketupat 2026, Brigjen Pol Tjahyono Saputro, mengungkapkan bahwa antisipasi terhadap fenomena bangkit mudik menjadi prioritas utama, mengingat potensi lonjakannya yang tidak kalah signifikan dibanding arus mudik. Polri bersama seluruh jajaran meningkatkan kesiapan personel di lapangan, dengan penempatan strategis di titik-titik rawan kepadatan serta pengaturan lalu lintas yang dirancang untuk mengakomodasi arus kendaraan yang kembali memadati jalur-jalur utama.
Dalam upaya mendistribusikan kepadatan agar tidak terjadi penumpukan ekstrem dalam satu waktu, Polri mengajak masyarakat untuk memanfaatkan dua kebijakan yang telah disiapkan pemerintah secara optimal. Kebijakan Work From Anywhere (WFA) memberikan keleluasaan bagi pekerja untuk tidak terburu-buru kembali ke kota domisili, sehingga perjalanan arus balik dapat dilakukan secara bertahap sejak awal hingga akhir masa libur. Sementara itu, diskon tarif tol yang diberlakukan pada 26 hingga 27 Maret 2026 menjadi daya tarik tersendiri bagi pemudik untuk memilih waktu perjalanan di luar prediksi puncak kepadatan, sekaligus meringankan beban biaya perjalanan pulang.
Polri juga menyoroti potensi kepadatan yang muncul dari kegiatan halal bihalal yang masih akan berlangsung di berbagai daerah hingga beberapa hari ke depan. Aktivitas silaturahmi yang melibatkan pergerakan massa dalam jumlah besar ini membutuhkan pengaturan khusus agar tidak menimbulkan kemacetan lokal yang dapat berdampak pada jalur utama. Personel telah disiagakan untuk melakukan rekayasa lalu lintas di lokasi-lokasi tersebut, memastikan bahwa tradisi positif pasca Lebaran dapat berjalan dengan aman tanpa mengganggu kelancaran arus balik. Selain itu, pengawasan terhadap objek wisata, terutama wisata air, terus diperketat dengan imbauan agar pengelola memperhatikan kapasitas angkut dan standar keselamatan.
Keberhasilan Operasi Ketupat 2026 dalam mengelola mobilitas masyarakat, baik saat mudik maupun arus balik, merupakan hasil sinergi yang solid antara Polri, TNI, kementerian terkait, pemerintah daerah, dan partisipasi aktif masyarakat. Brigjen Pol Tjahyono menegaskan bahwa kolaborasi ini menjadi fondasi utama terciptanya keamanan dan kenyamanan selama masa angkutan Lebaran. Sebagai penutup, disampaikan pesan dari Kapolri yang mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, dengan harapan seluruh masyarakat dapat kembali kepada fitrah, mempererat silaturahmi, serta senantiasa diberikan keselamatan, kesehatan, dan keberkahan dalam setiap langkah. (Avs)

Posting Komentar