Suasana Taman Margasatwa Ragunan pada Sabtu (21/3/2026) pagi hingga siang begitu semarak. Lebih dari 43 ribu pengunjung tercatat memadati kawasan wisata ikonik Jakarta ini, dengan total kendaraan mencapai ribuan unit. Di tengah gelombang manusia yang membanjiri area kebun binatang, Brigjen Pol. Tjahyono Saputro dari Operasi Ketupat 2026 hadir bukan untuk menikmati liburan, melainkan untuk memastikan bahwa euforia ini tidak melunturkan kesadaran akan keselamatan. Dalam peninjauannya, ia menyampaikan bahwa momen libur Idulfitri adalah saat di mana mobilitas melonjak drastis, namun sayangnya kewaspadaan justru kerap menurun drastis pula.
Yang menjadi sorotan utama Polri adalah potensi risiko di destinasi wisata air, seperti pantai, sungai, dan kolam renang yang sering menjadi pilihan keluarga. Brigjen Tjahyono mengingatkan bahwa pengawasan orang tua terhadap anak-anak menjadi faktor penentu utama dalam mencegah kecelakaan. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya mematuhi rambu peringatan dan arahan petugas lapangan, serta menghindari area terlarang yang rawan membahayakan. Sementara itu, apresiasi diberikan kepada pengelola Ragunan yang dinilai sukses menyediakan fasilitas umum yang memadai, termasuk ruang laktasi dan akses ramah disabilitas, yang membuat kenyamanan pengunjung tetap terjaga meski dalam jumlah besar.
Polri juga menyoroti manajemen kapasitas yang diterapkan pengelola dengan sistem kategori warna, mulai dari kondisi hijau hingga merah, sebagai langkah mitigasi kepadatan. Dengan dukungan petugas keamanan dan pertolongan pertama yang disiapkan di lokasi, diharapkan potensi insiden dapat ditekan seminimal mungkin. Lebih dari sekadar pengamanan, kunjungan ini menjadi pengingat bahwa tanggung jawab keselamatan adalah milik bersama. Bagi Polri, liburan yang sukses bukan diukur dari seberapa ramai destinasi, melainkan dari seberapa banyak masyarakat yang pulang dengan selamat tanpa kehilangan satu pun anggota keluarga.(Avs)

Posting Komentar