Di balik heningnya malam di Kabupaten Nabire, aparat gabungan TNI-Polri justru melancarkan operasi paling intensif di wilayah Kali Nabarua. Targetnya adalah markas persembunyian DPO AK yang selama ini menjadi incaran karena sering dijadikan basis perencanaan aksi teror.
Operasi yang digelar pada awal pekan ini tidak berjalan mulus; kontak tembak sempat pecah saat tim mendekati lokasi camp. Satu anggota TNI dilaporkan terkena serpihan proyektil di betis, namun langsung dievakuasi dan kondisinya dilaporkan membaik. Brigjen TNI Riyanto memastikan bahwa anggota tersebut sudah mendapatkan perawatan intensif dan diperkirakan pulih dalam waktu satu minggu.
Setelah situasi dapat dikuasai, aparat menemukan fakta mengejutkan: tumpukan 561 butir amunisi, 10 magazen, dan uang tunai puluhan juta rupah yang tertinggal begitu saja. Dari hasil identifikasi, dua magazen yang diamankan merupakan barang rampasan dari insiden berdarah di Lagari dan Kilometer 128 yang menewaskan dua anggota aparat.
Kapolda Papua Tengah melalui konferensi pers di Polres Nabire menegaskan bahwa temuan ini membuktikan jaringan KKB masih aktif merencanakan aksi teror. Namun, dengan hilangnya markas dan logistik, kelompok tersebut kini berada dalam posisi terdesak. Tim gabungan saat ini terus memburu gerombolan yang kabur ke pedalaman hutan, sembari memastikan wilayah sekitar tetap aman dari gangguan keamanan.

Posting Komentar