Di bawah langit Jakarta yang cerah, kawasan Monas berubah menjadi lautan seragam hijau dan coklat loreng pada Kamis pagi. Momen tersebut menandai dimulainya Operasi Ketupat 2026, sebuah gerak cepat negara dalam mengamankan arus mudik Lebaran. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, didampingi Panglima TNI Jenderal Agus Subianto, secara langsung mengambil alih komando dalam apel gelar pasukan yang penuh semangat tersebut. Ribuan personel yang hadir menjadi simbol kesiapan penuh dalam mengawal perjalanan suci jutaan masyarakat. Tema besar yang diusung, "Mudik Aman, Keluarga Bahagia", bukan sekadar slogan, melainkan target mutlak yang harus dicapai oleh setiap petugas di lapangan. Instruksi tegas pun dikeluarkan agar sinergi antara TNI-Polri dan instansi terkait semakin diperkuat demi kelancaran operasi.
Data dari Kementerian Perhubungan menyebutkan angka 143,9 juta jiwa sebagai potensi besar pergerakan masyarakat tahun ini. Kapolri menyikapi data ini dengan kewaspadaan tinggi, meskipun secara kuantitas terjadi sedikit penurunan dibanding tahun sebelumnya. Ia menyoroti berbagai stimulus pemerintah, seperti diskon tarif tol dan tiket transportasi umum, yang berpotensi memicu lonjakan mendadak di lapangan. Kebijakan work from anywhere juga dinilai akan menambah dinamika perjalanan mudik tahun ini. Oleh karena itu, kesiapan personel untuk beradaptasi dengan situasi yang cepat berubah menjadi poin krusial dalam arahannya. Semua mata kini tertuju pada prediksi puncak arus mudik yang diperkirakan terjadi pada pertengahan Maret.
Aspek keselamatan dan kenyamanan berkendara menjadi perhatian utama, terlebih dengan prediksi cuaca dari BMKG yang kurang bersahabat. Kapolri menginstruksikan jajarannya untuk siaga terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama di wilayah selatan Indonesia seperti Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Personel tidak hanya dituntut untuk mengatur lalu lintas, tetapi juga harus siap siaga sebagai tim tanggap bencana. Sarana dan prasarana pendukung pun harus dalam kondisi prima untuk menghadapi skenario terburuk. Di sisi lain, pengaturan lalu lintas seperti sistem one way, contra flow, dan ganjil-genap telah disiapkan untuk mengurai kepadatan. Semua kebijakan ini harus disosialisasikan dengan baik agar dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat.
Tidak hanya fokus pada kelancaran di jalan raya, keamanan lingkungan permukiman juga menjadi prioritas dalam Operasi Ketupat kali ini. Kapolri secara spesifik memerintahkan jajaran Polsek dan Polres untuk aktif mendata rumah-rumah kosong yang ditinggalkan pemudik. Layanan penitipan kendaraan dan barang berharga pun disiapkan sebagai bentuk hadirnya negara memberikan rasa aman. Patroli rutin yang melibatkan Pam Swakarsa akan ditingkatkan, terutama pada titik-titik dan jam-jam yang dianggap rawan. Gangguan kamtibmas seperti premanisme dan balap liar harus diantisipasi sejak dini. Masyarakat juga diimbau untuk memanfaatkan layanan kepolisian 110 jika membutuhkan bantuan cepat dan tanggap selama periode mudik berlangsung.(Avs)
.jpeg)
Posting Komentar