ads

Iklan
LATEST UPDATES

Selasa, 31 Maret 2026

Menembus Batas Geografis: Bagaimana Buku MBG Menjadi Simbol Kolaborasi Global Indonesia


Ada yang istimewa dari perjalanan buku Rasa Bhayangkara Nusantara. Ia tidak hanya berpindah dari satu rak ke rak lain, tetapi melintasi benua dan menjadi saksi bisu penguatan hubungan Indonesia dengan negara sahabat. Terbaru, buku yang lahir dari kolaborasi Wakapolri Dedi Prasetyo dan Dirgayuza Setiawan ini resmi hadir di Korea Selatan, memperluas lintasan diplomasi yang sebelumnya telah menyentuh Eropa, Amerika, Timur Tengah, dan Jepang. Setiap persinggahan bukan sekadar kunjungan, melainkan upaya sadar untuk menjadikan kebijakan prioritas nasional sebagai topik perbincangan global.

Korea Selatan dipilih bukan tanpa alasan. Negara ini memiliki pengalaman panjang dalam mengelola program makan bergizi yang telah menjadi bagian dari kultur bangsa, bahkan kerap ditampilkan dalam berbagai acara televisi. Dirgayuza menyampaikan bahwa melalui buku yang diserahkan kepada Duta Besar Cecep Herawan di Seoul, Indonesia ingin membuka ruang belajar bersama. "Kami ingin meningkatkan diplomasi kuliner antara kedua negara yang sama-sama menjalankan kebijakan MBG nasional," ujarnya. Buku ini, dengan demikian, menjadi medium untuk mentransfer pengetahuan sekaligus memperkuat kemitraan strategis, terutama dalam pengembangan sumber daya manusia dan kebijakan publik.

Lebih dari sekadar urusan dapur, perjalanan buku ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki cara baru dalam bergaul dengan dunia. Wakapolri menyebutnya sebagai gastrodiplomasi yang menggabungkan kebijakan, budaya, dan nilai kemanusiaan. Dari London yang menjadi ajang penguatan diplomasi kultural, hingga Washington D.C. yang mendukung agenda kenegaraan, buku ini hadir sebagai instrumen komunikasi yang membawa pesan: Indonesia siap berkontribusi dan belajar dari dunia. Dan di Seoul, babak baru kolaborasi itu dimulai, dengan rasa sebagai bahasanya.(Avs)

Posting Komentar

 

Top