ads

Iklan
LATEST UPDATES

Jumat, 02 Oktober 2026

Bedah Kekerasan dari Akarnya, Kuliah Umum UKSW Hadirkan Pakar Kepolisian

Salatiga- Memahami kekerasan tidak cukup hanya melihat peristiwa saat kekerasan terjadi. Di baliknya terdapat proses, lingkungan, cara pandang, serta faktor sosial yang perlu dipahami mendalam. Semangat itu menjadi bagian peran Pusat Studi Kepolisian. Pusat studi ini terus membuka ruang perjumpaan antara ilmu kepolisian, pengalaman praktis, dan berbagai disiplin ilmu.

Kolaborasi dengan Universitas Kristen Satya Wacana menjadi salah satu bentuk nyata. Pengalaman dan pengetahuan kepolisian dibawa ke lingkungan akademik untuk didiskusikan terbuka. Mahasiswa dan sivitas akademika memperoleh kesempatan berdialog langsung dengan para ahli. Pengalaman kepolisian pun dapat diperkaya melalui perspektif ilmu pengetahuan.

Salah satu pertemuan berlangsung dalam kuliah umum bertema "Merawat Kebhinekaan dan Menjaga Persatuan". Acara digelar di Balairung UKSW, Salatiga, Jawa Tengah, Kamis, 1 Oktober 2026. Kuliah umum menghadirkan Komjen Pol. (Purn.) Prof. Dr. H. Rycko Amelza Dahniel sebagai narasumber. Ia merupakan Kasatgas Pusat Studi Terorisme dengan pengalaman panjang di bidang kepolisian.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi UKSW, Dr. Ir. Sri Suwartiningsih, menekankan pentingnya kampus sebagai ruang pembelajaran aktif. Mahasiswa jangan hanya menjadi pendengar. Mereka perlu menjadi bagian aktif dalam proses pembelajaran. Mahasiswa harus berani bertanya, berpikir kritis, dan terbuka terhadap perbedaan.

Dalam paparannya, Rycko menjelaskan bahwa kekerasan ekstrem tidak muncul begitu saja. Intoleransi, kebencian, marginalisasi, dan diskriminasi dapat menjadi bagian proses radikalisasi. Pengalaman ketidakadilan, konflik, lingkungan sosial, hingga pencarian identitas juga berperan. Karena itu, perhatian tidak cukup diarahkan pada tindakan kekerasan yang sudah terjadi. (Avs)

Posting Komentar

 
⬆
Top