ads

Iklan
LATEST UPDATES

Minggu, 05 April 2026

Guncangan di Timur: Bagaimana Polri Merespons Darurat Kamtibmas di Papua Tengah dan Malut


Dua peristiwa tragis dalam waktu berdekatan memaksa Polri mengubah peta kekuatan personelnya ke level siaga tinggi. Dari konflik horizontal di Maluku Utara hingga aksi brutal terhadap aparat di Papua Tengah, ratusan personel kini disiapkan untuk misi penguatan keamanan. Pemberangkatan massal ini dikomandoi langsung oleh Wakapolri saat pengecekan pasukan Brimob di Mako Brimob, Sabtu siang.

Strategi pengerahan terbagi dalam beberapa paket. Untuk Papua Tengah, total 148 personel gabungan dari Brimob, Itwasum, BIK, Divpropam, dan Bareskrim akan terbang Minggu dini hari dengan Batik Air tujuan Nabire. Sedangkan Maluku Utara mendapat alokasi 12 personel Divpropam yang sudah lebih dulu meluncur Sabtu pagi dengan Beechcraft, plus 4 personel Itwasum yang masih dalam proses tiket. Polri bergerak cepat meski logistik keberangkatan masih diatur secara bertahap.

Apa yang memicu langkah drastis ini? Di Kabupaten Halmahera Tengah, dendam akibat pembunuhan seorang warga Desa Bobane Jaya meledak menjadi perang antar desa. Rumah, fasilitas umum, bahkan tempat ibadah ludes terbakar. Di Dogiyai, Papua Tengah, Bripda Juventus Edowai tewas dalam penganiayaan berat oleh orang tak dikenal. Dua titik panas ini membutuhkan penanganan berbeda namun sama gentingnya.

Trunoyudo Wisnu Andiko, Karo Penmas Divhumas Polri, mengungkapkan komitmen Polri untuk menjaga stabilitas dengan respons cepat. Pendekatan humanis dikedepankan, namun tidak menutup ruang penegakan hukum tegas terhadap pelaku kekerasan. Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak termakan provokasi. Sambil terus menyelidiki motif di balik dua kematian tersebut, aparat memastikan situasi kondusif tetap terjaga. (Avs)

Posting Komentar

 

Top