Kamis malam hingga pagi, 9 April 2026, perbatasan Kertosono, depan Mapolres Nganjuk, hingga Wilangan berubah menjadi titik pantau utama. Ratusan personel Polres Nganjuk dikerahkan tidak untuk razia biasa, melainkan pengamanan massal kegiatan pengesahan warga baru IKSPI Kera Sakti di Padepokan Pusat Desa Buduran, Madiun. Metode SREG alias Stop, Riksa, Edukasi, dan Geledah diterapkan di setiap titik strategis. Ada pesan besar di balik penyekatan ini: Polri tidak hanya hadir setelah keributan, tapi justru di garis paling depan untuk mencegah gesekan sebelum terjadi.
AKBP Suria Miftah Irawan menegaskan bahwa langkah preventif adalah kunci. "Kami tidak menunggu laporan gangguan, kami bergerak lebih awal dengan menempatkan personel sejak Rabu malam," ujar Kapolres Nganjuk. Patroli mobiling juga diluncurkan untuk mengawal rombongan yang melintas, memastikan tidak ada potensi konflik dengan warga setempat. Dengan massa dalam jumlah besar yang bergerak menuju Madiun, titik rawan seperti perbatasan wilayah menjadi fokus utama. Polres Nganjuk ingin membuktikan bahwa pengamanan yang ketat tidak harus berarti represif, tapi bisa dimulai dari edukasi dan pemeriksaan humanis.
Kabag Ops Polres Nganjuk menambahkan bahwa seluruh personel sudah mendapat arahan tegas: bertindak persuasif namun tetap tegas. "Kami tidak ingin masyarakat merasa terintimidasi, tapi kami juga tidak akan membiarkan pelanggaran yang berpotensi memicu konflik," jelasnya. Pendekatan ini penting karena kegiatan yang melibatkan serikat pencak silat seringkali rawan kesalahpahaman dengan pengguna jalan atau warga sekitar. Dengan metode SREG, setiap kendaraan yang melintas diperiksa secara selektif, bukan membabi buta, sehingga yang tidak terkait kegiatan bisa tetap melintas dengan nyaman.
Penutup dari cerita ini adalah tentang ketenangan publik. Polres Nganjuk berhasil mengubah potensi chaos menjadi koridor aman berkat kehadiran personel di titik-titik krusial. Masyarakat pengguna jalan tidak perlu khawatir, karena setiap rombongan yang melintas sudah terdata dan terawal. Stabilitas kamtibmas di wilayah hukum Polres Nganjuk terjaga bukan karena kebetulan, tapi karena perencanaan yang matang sejak malam sebelumnya. Pengamanan jalur IKSPI Kera Sakti ini menjadi contoh bahwa polisi bisa hadir sebagai pengayom tanpa harus menunggu masalah terjadi. (Avs)

Posting Komentar